Kisah Menegangkan Dokter Pras, Dokter Rumah Sunat Semarang yang Terjebak Gempa di Nepal

Kisah Menegangkan Dokter Pras, Dokter Rumah Sunat Semarang yang Terjebak Gempa di Nepal

Kisah Menegangkan Dokter Pras, Dokter Rumah Sunat Semarang yang Terjebak Gempa di Nepal

 

Dokter Pras - Dokter Rumah Sunat Semarang

Dokter Pras – Gempa bumi yang mengguncang Kota Kathmandu, Nepal pada hari Sabtu (25/4/2015) lalu ternyata menyisakan cerita menegangkan bagi WNI asal Semarang bernama dr. Eko Prasetyo atau biasa disapa Dokter Pras. Saat gempa itu terjadi, dokter pras sedang makan siang di hotel kawasan Lobuche, dengan ketinggian 4.930 meter dari permukaan laut. Lobuche merupakan tempat yang sudah dekat dari Gorak Shep, base pertama Gunung Everest, puncak tertinggi dunia.

Selain memang hobi mendaki gunung, Pria yang berprofesi sebagai dokter ini juga alumni kelompok Mapadok (Mahasiswa Pecinta Alam Kedokteran) Universitas Sultan Agung,  dokter Pras juga bersama 3 Dokter lainnya yang bernama Meinard Mastoer, Prabudi, dan Achmad Novel.

Menurut dokter pras, gempa pertama itu terjadi pada siang hari dan gempa susulan biasanya terjadi pada malam hari.

“Gempa pertama siang dan gempa-gempa susulan itu tengah malam. Kami juga tidur di dining room gak di kamar (saat gempa),” di Kathmandu Guest House, Kathmandu, Nepal, Jumat (1/5/2015).

Beliau juga menambahkan bahwa saat gempa susulan terjadi pada tengah malam, ketika semua sedang tertidur lelap.

Namun beliau bersyukur akhirnya bisa menginjakkan kaki di pos evakuasi dan penyelamatan WNI di Kathmandu, Nepal. Menurutnya, gempa dengan skala 7,9 SR yang mengguncang Nepal tidak membuat beliau dan temannya kapok untuk datang ke Nepal lagi.

“Disini bagus, orangnya ramah dan baik. Gak ada efek walau telah terjadi gempa 7,9 SR,” tambahnya.

 

Please follow and like us: